
Dampak psikologis dirasakan pemain Arema FC pasca tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 yang lalu. Tragedi yang menewaskan 134 jiwa tersebut masih menyisakan trauma pada psikis punggawa Singo Edan.
Isu BRI Liga 1 2022/2023 yang akan kembali dilanjutkan pada akhir November 2022 membuat manajemen Arema saat ini fokus mengembalikan mental para pemainnya agar siap kembali bertanding saat Liga 1 digulirkan kembali.
Salah satu cara manajemen Arema mengembalikan mental pemainnya adalah merekrut psikolog untuk mendampingi tim.
Manajemen Arema menunjuk Dian Wishnuwardani, Diana dan Edward Ardhiyanto dari Universitas Indonesia untuk mendampingi Abel Camara cs mengembalikan mentalnya.
Dian Wishuwardani pun langsung membeberkan targetnya untuk punggawa Singo Edan, stabilitas emosi para pemain menjadi fokus utamanya saat ini.
“Tim kami memberikan stabilitasi emosi dengan tujuan agar mereka dapat melakukan aktivitas rutin dan menjalani latihan,” ujar Dian Wisnuwardhani, M.Psi Jumat (21/10/22).
Dalam kegiatannya, tim psikologi menggelar pendampingan secara indoor pada hari pertama. Mereka lantas menggelarnya di lapangan hijau.
Salah satu kegiatan pendampingan psikologi itu seperti tergambar ketika Abel Issa Camara dkk mengisi sebuah kuesioner dan sejumlah tanya jawab.
Pelatih Arema FC Javier Roca pun membeberkan tahapan untuk mengembalikan mental pemainnya pasca trauma
“Dimulai dengan pendekatan untuk saling mengenal satu sama lain. Dari situ, bisa dilihat sampai mana level trauma mereka,” Kata Roca.
“Ada beberapa tes yang dijalani pemain bersama tim psikolog. Ada yang dipanggil untuk terapi sendiri, dan kegiatan bersama tim,” Tambahnya. (MNV)