
Sepakbola adalah sebuah olahraga yang menyenangkan. Olahraga ini menjadi olahraga favorit dibelahan dunia, namun, karakter permainan sepakbola yang menuntut kekuatan fisik serta ketahanan fisik, menuntut pesepakbola harus memiliki fisik yang kuat agar bias tampil 2×45 menit.Salah satu musuh pesepakbola adalah cedera. Cedera sendiri adalah sesuatu kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh yang rusak dikarenakan benturan fisik, atau salah tumpuan dalam bermain bola. Namun, selain cedera yang menghantui setiap pesepakbola ketika bermain, ada satu hal yang harus diwaspadai, yaitu Corona Virus Disease (Covid-19) yang saat ini masih menghantui dunia, ditambah banyaknya varian virus baru Covid-19 hasil mutasi, yang terbaru varian omnicron yang saat ini menjadi virus varian baru yang membuat dunia kembali dihantui gelombang ketiga virus yang mulai terdeteksi dari Wuhan akhir 2019 lalu.
Peningkatan kasus Covid-19 seolah menjadi badai yang menghantam pergelaran Premier League di penghujung tahun 2021. Klub-klub peserta Premier League kembali menemukan kasus Covid-19 seiring meningkatkatnya hasil tes positif di Inggris. Situasi tersebut menimbulkan kekacauan pada jadwal pertandingan Liga Inggris yang harus ditunda karena pemain berserta staff harus terinfeksi Covid-19.
Di dalam negri sendiri tepatnya di lanjutan pergelaran BRI Liga 1 musim 2021/2022 Covid-19 mulai menghantui gelaran kasta tertinggi di tanah air tersebut pada pekan ke 21 saat PSIS Semarang menghadapi Arema FC pada 17 Januari 2022. Manajemen Arema FC mengumumumkan sebanyak lima pemain Arema FC dinyatakan positif Covid-19. Arema FC pun berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Bali memantau kondisi para pemain itu. Lima pemain Arema FC yang dinyatakan positif yakni Carlos Fortes, Renshi Yamaguchi, Sergio Silva, penjaga gawang Adilson Maringa, dan satu bek naturalisasi Fabiano Beltrame. Kelima pemain itu absen saat Arema FC menghadapi PSIS di Liga 1.
Puncak badai Covid yang menghantam peserta Liga 1 terjadi saat pertandingan Madura United menghadapi Persipura Jayapura pada pekan ke 22. Madura United mengumumkan 24 orang pemain berserta staff pelatih positif terkena Covid-19 setelah hasil Swap test menunjukan hasil positif. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku pengelola kompetisi pun langsung melakukan Managers Meeting dan memutuskan menunda laga Madura United kontra Persipura Jayapura.
Tidak sampai disitu, PSM Makassar vs Persib yang sedianya digelar, Rabu (2/2/2022) malam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, dijadwalkan kickoff pada pukul 19.15. WITA juga harus ditunda karena persoalan yang sama, banyak pemain Persib yang terkena Covid-19. Pada prosesnya, Persib tak bisa menyertakan syarat minimal jumlah pemain agar bisa menjalani laga di Liga 1. Pangeran Biru hanya mempunyai 13 pemain yang memenuhi syarat untuk bermain, jumlah ini tidak cukup dengan regulasi yang mengharuskan mimimal 15 pemain 11 inti dan 4 cadangan untuk bertanding.
Satgas Covid-19 pun menyebutkan ada total 52 pemain berserta staff yang dikonfirmasi positif. Tentunya ini akan jadi evaluasi total PT LIB sebagai penyelenggara kompetisi, sistem bubble yang sudah disepakati utntuk membatasi mobilitas pemain dan staff dari awal kompetisi harus lebih diperketat lagi agar kompetisi bisa terus berjalan tanpa gangguan badai Covid-19.