
Kedatangan Eduardo Almeida diawal musim untuk menahkodai Arema FC sempat diragukan beberapa pihak, sebelumnya sempat muncul sejumlah keraguan terhadap Almeida. Keraguan ini tak lepas dari reputasi Almeida, yang gagal menyelamatkan Semen Padang dari degradasi beberapa waktu lalu. Hasil minor dan berujung pada pemberhentian Almeida sebagai pelatih pada Liga 1 musim 2019 lalu. Hal yang membuat Aremania suporter Arema FC menjadi harap harap cemas melihat apakah Almeida mampu menahkodai klub yang berdiri tahun 1987 tersebut.
Eduardo Almeida pada awal kedatangannya ke Arema Fc mengaku tidak peduli segala keraguan yang ditujukan padanya dan bertekad membuktikan diri untuk membawa Singo Edan Bangkit pada BRI Liga 1 musim 2021/2022. Pelatih asal negeri Cristiano Ronaldo tersebut langsung melakukan perombakan dengan mendatangkan empat pemain asing baru untuk melengkapi startegi yang diinginkannya untuk membuat Singo Edan bangkit setelah hasil buruk yang didapat di Piala Pra-Musim.
Almeida langsung tancap gas mendatangkan Kiper asal Brazil Adilson Maringga untuk posisi penjaga gawang yang dianggap posisi yang dianggap lemah di Arema Fc, untuk ujung tombak Almeida mempercayakan kepada kompatriotnya asal Portugal Carlos Fortes, striker dengan rambut ala Bob Marley tersebut dipercaya menjadi mesin gol Singo Edam. Untuk lebih menguasai lini tengah Almeida membutuhkan gelandang pekerja keras untuk memenangkan duel, posisi tersebut dipercayakan kepada Rensi Yamaguchi, gelandang asal negeri sakura tersebut diharap menjadi jenderal di lini tengah Arema FC, untuk melengkapi puzzle di lini belakang Almeida melengkapi Portugal connection dengan merekrut bek asal Portugal Sergio Silva untuk memperkokoh benteng pertahanan Arema FC.
Almeida memulai debutnya dalam melatih Arema FC dengan berat ketika bertemu PSM Makassar pada 5 September 2021 yang lalu, baru 4 menit pertandingan berjalan Arema harus bermain dengan 10 orang setalah Jayus Hariono dikartu merah wasit, hasil akhir 1-1 menjadi hasil awal debut Almeida sebagai komadan Arema FC. Keraguan kembali muncul membayangi Almeida setelah hasil buruk di pekan kedua ditahan imbang Bhayangkara FC, pekan ketiga dikalahkan Pss Sleman 2-1 dan imbang 0-0 melawan Psis Semarang. Tekanan Aremania kepada Almeida semakin besar karena rentetan minor 4 pertandingan tidak pernah memenangkan pertandingan.
Namun, kata kata pantang menyerah sebelum perang usai benar benar dipraktekkan Almeida di Arema FC, momen kebangkitan Arema datang juga di pekan kelima, Arema FC berhasil memenangkan pertandingan 1-0 melawan Persipura Jayapura melalui gol Carlos Fortes dan momen kebangkitan benar benar hadir pada pekan keenam sekaligus penutup seri 1 BRI Liga 1 2021/2022, Arema FC berhasil menaklukkan Persela Lamongan dengan skor mencolok 3-0, hasil yang membuat Aremania bisa bernafaslega menyambut seri 2.
Kebangkitan perlahan Arema FC yang dinakhodai Eduardo Almeida menemui titik terang di seri 2, pertandingan awal Arema FC berhasil menaklukkan Juara Piala Menpora Persija Jakarta yang belum pernah kalah dalam 6 pertandingan BRI Liga 1, Arema berhasil memutus rekor tersebut lewat gol indah Carlos Fortes ke gawang Andritany 1-0 untuk Arema FC mengawali kebangkitan di seri 2. Pada 4 pertandingan seri 2 berikutnya Arema meraih 2 kali menang dan 2 kali hasil imbang termasuk imbang dengan rival abadinya Persebaya Surabaya. Hasil yang baik karena tidak pernah kalah di Seri 2 liga 1.
Seri 3 yang kembali digelar di Jawa Tengah membuat Arema FC lebih pede mengulang rentetan hasil positif yang didapatkan di seri 2. Pada pertandingan awal seri 3 Arema kembali meraih hasil positif dengan menaklukkan Persik Kediri dengan skor tipis 3-2, setelah itu Arema berhasil menang beruntun pada pekan 13 dan 14 dengan menaklukkan Barito Putra 2-1 dan tim bertabur bintang Persib Bandung 1-0. Pada dua sisa laga serie 3 Arema meraih hasil menang atas Borneo FC dan ditahan imbang oleh Bali United. Arema berhasil meraih empat kemenangan dan hanya sekali imbang di Seri 3, dan membawa Arema FC duduk di peringkat ketiga klasemen dengan 33 poin dan 16 pertandingan serta rekor 13 pertandingan tanpa pernah kalah.
Seri 4 yang digelar di Pulau Dewata menjadi momentum Arema FC untuk mengkudeta puncak klasemen yang selama ini dipegang Bhayangkara FC, pada pekan 17 yang merupakan pertandingan tunda asa Arema FC sempat tersendat setelah ditahan imbang Persikabo Kabupaten Bogor tanpa gol. Namun hasil itu membuat Arema naik ke peringkat kedua karena unggul head to head putaran pertama atas Persib Bandung. Pekan 18 menjadi momentum bagi Arema FC untuk menyamai perolehan poin dari Bhayangkara FC, karena Singo Edan bertemu langsung pemuncak klasemen, tim asuhan Eduardo Almeida bertekad menyusul poin The Guardian. Asa itu muncul lewat gol indah Rizky Dwi Ramadhana, menerima bola muntah hasil tepisan Awan Setho, tendangan keras Rizky Dwi berhasil merobek gawang Bhayangkara FC dan membuat Arema FC unggul hingga akhir pertandingan. Hasil yang membuat Arema menyamai poin. Bhayangkara FC dan Persib Bandung.
Arema FC benar benar mengkudeta klasemen pada pekan ke 19, setelah berhasil membalaskan dendam kekalahan 2-1 di putaran pertama atas PSS Sleman, Singo Edan berhasil unggul 2 gol tanpa balas atas tim berjuluk Elang Jawa tersebut. Jadilah Arema duduk sebagai pemuncak klasemen untuk pertama kalinya setalah melewati 19 pertandingan BRI Liga 1 2021/2022. Hasil yang membuat beberapa pihak yang awalnya ragu terhadap Eduardo Almeida menjadi berbalik 180 derajat dan kagum atas rentetan hasil positif 16 pertandingan belum pernah terkalahkan, hasil yang membuat Arema FC memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Persikabo Bogor yang tidak terkalahkan di 14 pertandingan Liga 1 2019. Inilah yang membuat Eduardo Almeida pantas dijuluki From Zero to Hero.