MENANTI TAJI PREDATOR BARU SINGO EDAN

Berbicara pemain berposisi  striker klub yang bermarkas di Kota Malang Arema FC terkenal identik dengan para penyerang tajam, mulai dari era duet maut Franco Hitta dan Emaleu Serge yang berhasil membawa Arema FC juara Copa Indonesia musim 2005, dan yang paling fenomenal striker asal Singapura bernama Noh Alam Shah yang menjadi andalan Singo Edan dalam mendapatkan gelar kasta tertinggi sepakbola Indonesia untuk pertama kali pada musim 2009/2010. Arema bahkan pernah diperkuat striker asing fenomel Alberto “Beto” Goncalves pada musim 2013/2014.

Setelah kepergian Beto kerinduan Aremania terhadap penyerang asing tajam belum juga membuahkan hasil, sempat mencoba striker asing dari mulai Gustavo Giron, Juan Pablo Pino, Thiago Furtuoso hingga eks Top Skor Liga 1 2017 asal negeri Kincir angin Sylvano Comvaliuz, nyatanya kontribusinya sebagai goal Getter di Kota Apel, belum sesuai harapan. Arema lebih mengandalkan penyerang lokal seperti Dedik Santoso dan Kushedya Hadi Yudho, asa sempat muncul ketika Arema mengaet Jonathan Bauman, namun Liga 1 musim 2020 harus diberhentikan karena pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

Setelah PSSI resmi menyatakan akan mengguliran Liga1 musim 2021/2022, Arema FC dibawah komando baru Presiden klub Gilang Widya Permana atau Juragan 99 langsung berbenah untuk mengarungi kompetisi dengan hasil lebih baik, hasil minor Piala menpora kemarin menjadi acuan Arema FC mencari pemain nomor 9 yang dirindukan selama ini. Kali ini, striker asal Portugal, Carlos Fortes, yang berhasil digaet. Carlos Fortes pun kini memegang tongkat estafet jersey bernomor punggung 9 peninggalan Franco Hita dan Beto Goncalves di tim Singo Edan. Striker dengan gaya rambut gimbal akan  menjadi salah satu andalan bagi Tim Arema FC. Bahkan ia ditempatkan sebagai pemain depan di tim Singo Edan. Meski belum begitu mengetahui mengenai sepak bola di Indonesia, namun Carlos Fortes memiliki optimisme yang tinggi.

Carlos Fortes menegaskan datang untuk memberikan yang terbaik untuk Arema FC. Dia enggan bicara target maupun gol, namun dia memastikan hati, tenaga dan pikirannya hanya untuk Singo Edan. Dia pun mengatakan siap mendapatkan kritik dan masukan dari Aremania yang terkenal kritis soal performa pemain di lapangan. Adaptasi Fortes diharapkan dapat berjalan dengan mulus karena pelatih Arema FC Eduardo Almeida berasal dari negara yang sama dengan Fortes, ditambah punggawa baru Arema yang berposisi sebagai penjaga gawang Adilson Maringa musim lalu membela klub yang sama Vilafranquense, salah satu tim kasta kedua di Liga Portugal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *