ADILSON MARINGGA DIHARAPKAN JADI OBAT RINDU SOSOK KIPER TANGGUH AREMA

Kehilangan sosok penjaga gawang tangguh Tim Nasional sekelas Kurnia Meiga yang memutuskan keluar dari Arema FC karena masalah kesehatan pada medio  Liga 1 musim 2017, kabar ini tentu mengejutkan di tengah karier sepak bolanya yang cemerlang kala itu. Terhitung hingga kini, Entong julukan Kurnia Meiga telah 4 Musim absen dari hiruk pikuk sepakbola nasional.

Kurnia Meiga pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik saat Liga masih bernama Indonesian Super League pada musim  2009/2010. Saat memperkuat timnas Indonesia U-23, Kurnia Meiga pernah dua kali membawa Indonesia ke partai puncak SEA Games 2011 dan Piala AFF 2016. Lalu, dengan hengkangnya Kurnia Meiga otomatis Arema FC meninggalkan lubang yang cukup dalam pada penjaga lini terakhir di pertahanan. Beberapa penjaga gawang lokal dicoba, pada Liga 1 2018 Arema kebobolan 42 Goal dari 34 pertandingan. Hasil lebih nahas harus diterima Arema Liga1 musim 2019, total Arema di Liga 1 2019 meraih 46 poin, hasil dari 13 kali menang, 7 kali imbang, dan 14 sisanya berakhir dengan kekalahan. Arema mampu melesakkan 59 gol, dan kebobolan 62 gol, kebobolan yang lebih banyak di liga 1 musim 2018, bahkan saat kompetisi Liga1 2020 dihentikan karena pandemi Covid-19 di pekan ketiga Liga 1 2020, Arema FC kebobolan 3 gol dari tiga laga yang dimainkan.

Sempat Gunakan Jasa Kiper Asing

Arema sempat mendatangkan Kiper asing asal Serbia bernama Srdjan Ostojic,  kehadirannya pada paruh kedua Liga1 2018 menjadi kiper asing pertama yang pernah menghuni skuat Arema, sepanjang berdirinya klub sejak tahun 1987 silam. Karir Srdjan Ostojic sendiri hanya membela Arema dalam waktu singkat 6 bulan saja., dia hanya sempat mencatat 4 caps dengan 7 kali kebobolan di Liga 1, serta 1 caps lagi di Piala Indonesia, hasil yang cukup minor untuk ukuran pemain asing berposisi penjaga gawang yang diharapkan menjadi jawaban atas lubang besar yang ditinggalkan Kurnia Meiga.

Mencoba Menemukan Asa Kembali

Jelang bergulirnya Liga 1 2021 Arema mencoba kembali menutup lubang besar yang hilang di lini terakhir, pada 23 Juni 2021 Arema FC resmi mendatangkan Adilson Maringa  kiper asal Brazil  yang sebelumnya bermain di  Vilafranquense, klub yang berlaga di kasta kedua Liga Portugal. Sepanjang kariernya di dunia sepakbola, sebagian besar karirnya  dihabiskan di dua negara, yakni Brasil dan Portugal. Tercatat ada empat klub asal Negeri Samba yang pernah disinggahi Maringa, yakni Rondonopolis, Formosa-GO, SE Gama, dan Mogi Mirim. Pada pertengahan 2017, Adilson Maringa merantau dan  bergabung dengan klub Portugal, Pinhalnovense. Semenjak saat itu, ia berpindah-pindah klub.Setidaknya, klub Portugal lainnya yang pernah menggunakan jasanya ialah Desportivo Aves, Beira-Mar, dan terakhir  UD Vilafranquense.

Arema FC menjadi klub pertama Maringa berkarir di Asia, bayang bayang ketangguhan Kurnia Meiga kini ada di pundak Maringa, dengan dukungan Presiden klub  baru Gilang Widya Permana atau biasa disapa Juragan 99 dengan pembenahan yang dilakukan di berbagai aspek tentunya target juara Arema FC di liga 1 2021 bukan hal yang tabu untuk direalisasikan. Maringa sudah mencatatkan debut untuk Arema FC menghadapi PSM Makassar Minggu (5/09/2021). Meski kebobolan lewat Goal Ilham Udin Armaiyn, penampilan Maringa bisa dikatakan harapan Arema FC untuk mendapatkan puzzle yang hilang selama ini. Mencatatkan 5 penyelamatan, dan beberapa penyelamatan menggunakan kaki, Maringa disebut sebut mirip dengan kiper Liverpool Alisson Becker yang sama sama berpostur besar dan berasal dari Brazil, dengan catatan yang baik di awal membuka peluang Maringa tampil baik di lanjutan Liga 1  yang akan dijalani kedepan, yang dibutuhkan Maringa saat ini adalah tetap menjaga peak performance dan konsisten mengawal gawang Arema FC, maka jawaban atas pertanyaan Aremania akan dijawab dengan sendirinya.

_ M Novi P_

Tagged with: • •

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *