ENRICO CHIESA : REKAN TERBAIK UNTUK PARA STRIKER

Enrico Chiesa adalah seorang penyerang asal Italia yang lahir di Genoa, 29 Desember 1970. Namanya mulai dikenal saat dia menjadi rekan duet Roberto Mancini di Sampdoria. Puncak permainannya adalah saat bersama Parma dan Fiorentina pada periode 1996-2002. Namun sayang, sepanjang kariernya dia gagal meraih gelar top skorer meski dia merupakan salah satu bomber tertajam di Serie A.

Awal karier yang penuh dengan masa peminjaman.

Enrico Chiesa memulai karier bersama Sampdoria pada musim 1987-1988 dan menjalani debut saat Sampdoria takluk dari AS Roma 0-1 di musim 1988-1989. Karena minimnya penampilan bersama I Blucerchiati, Chiesa akhirnya dipinjamkan ke Teramo di Serie C2 dan Chieti di Serie C1 di musim berikutnya. Di musim 1992-1993, Chiesa kembali ke Sampdoria dan bermain dalam 26 pertandingan. Namun hanya satu gol yang diciptakan pada saat melawan Ancona membuat Sampdoria akhirnya kembali meminjamkan Chiesa ke Modena pada musim berikutnya. 14 gol yang dicetak oleh Chiesa bersama Modena rupanya belum meyakinkan Sven-Goran Eriksson untuk membawa pulang Chiesa ke Genoa. Chiesa punkembali menjalani masa peminjaman bersama Cremonese di Serie A.

Penampilan Enrico Chiesa bersama Cremonese di musim 1994-1995 menjadi titik balik karier sepakbolanya. Dia mampu mencetak 14 gol dalam 34 pertandingan dan membawa Cremonese berada di posisi 13. Melihat kemampuannya yang sudah terasah di Cremonese akhirnya Sampdoria memainkan Chiesa secara regular di musim berikutnya. Duetnya bersama Roberto Mancini membuat catatan gol Chiesa meningkat. Dia mencetak 22 gol dalam 27 pertandingan di musim 1995-1996 dan menjadikannya pencetak gol terbanyak kedua, dibawah Igor Protti (Bari) dan Giuseppe Signori (Lazio) dengan 24 gol.

Duet tajam bersama Hernan Crespo di Parma.

Kepindahannya ke Parma di musim 1996-1997 adalah opsi yang diambil Chiesa untuk mengembangkan kariernya. Dan pilihan tersebut terbukti benar. Di musim pertamanya bersama Parma, Chiesa berhasil mengantarkan Parma ke posisi dua Serie A di bawah Juventus. Duetnya bersama Hernan Crespo menjadikan salah satu duet tajam di Serie A. Total 28 gol yang diciptakan keduanya adalah 63,6% gol yang dicetak Parma di musim tersebut. Musim berikutnya duet Chiesa-Crespo menghasilkan 35 gol atau 43,75%. Ketergantungan Parma akan duet tersebut memang besar karena Carlo Ancelotti, pelatih Parma kala itu enggan berspekulasi untuk mengutak-atik posisi penyerang.

Puncak karier Chiesa adalah di musim 1998-1999 dengan berhasil membawa Parma menjuarai Piala UEFA dan Coppa Italia. Meski berganti pelatih dari Carlo Ancelotti menjadi Alberto Malesani, posisi penyerang juga tidak berubah. Duetnya bersama Crespo kali ini menghasilkan 46 gol atau 46,5% gol Parma. Dia juga berhasil menjadi top skor Piala UEFA dengan mengemas 8 gol bersama Darko Kovacevic (Real Sociedad) dan Tomasz Kulawik (Wisla Krakow).

Antara prestasi dan cedera panjang di Fiorentina

Di usianya yang sudah 29 tahun, Chiesa memutuskan untuk pindah ke Fiorentina dengan biaya transfer sekitar 14 juta Euro di musim 1999-2000. Kali ini yang menjadi rekan duetnya adalah Gabriel Batistuta. Total musim tersebut dia hanya mencetak 12 gol dalam 33 pertandingan. Namun kepergian Batistuta ke AS Roma memberikan berkah tersendiri bagi Chiesa. Di musim keduanya bersama Fiorentina, dia mampu mencetak 27 gol (dengan 22 gol di Serie A) dalam 39 kali main dan berhasil membawa Fiorentina menjuarai Coppa Italia. Meski mencetak 22 gol, namun dia masih berada di bawah Hernan Crespo (Lazio) yang menjadi top skor dengan 26 gol dan Andriy Shevchenko (AC Milan) yang mampu mencetak 24 gol.

Enrico Chiesa memulai musim dengan baik dengan mencetak empat gol dalam empat pertandingan awal Serie A di musim ketiganya. Lawan yang dihadapi Fiorentina di pekan kelima adalah Venezia. Pertandingan berjalan normal saat Chiesa mencetak gol cepat pada menit ke enam dan membuat dirinya mampu mencetak lima gol dalam lima pertandingan. Bencana datang saat Chiesa mengalami cedera serius di lututnya dan harus digantikan Riccardo Taddei pada menit ke-20. Akibat cedera tersebut dia harus menepi selama semusim dan membuat Fiorentina kehilangan penyerang utama yang ada dalam diri Chiesa. Kemudian ditambah manajemen keuangan yang berantakan membuat kondisi Fiorentina tidak stabil sehingga di musim tersebut Fiorentina harus terdegradasi ke Serie B.

Sempat menjadi idola di Siena

Setelah kontraknya habis di Fiorentina, Chiesa akhirnya berlabuh ke Lazio di musim 2002-2003. Namun kemampuannya sudah menurun akibat cedera yang dialami di musim sebelumnya. Hanya semusim bersama Lazio, Chiesa meneruskan kariernya bersama Siena. Selama lima musim dia memperkuat Siena dan masih mampu mencetak diatas 10 gol dalam tiga musim pertamanya dan menjadi idola baru para fans Siena. Penampilannya yang cenderung menurun dalam dua musim terakhirnya membuat Siena tidak memperpanjang kontraknya. Di usianya yang sudah 38 tahun, Chiesa masih melanjutkan kariernya bersama Figline, klub dari Divisi Dua Lega Pro (Serie C2) dan sempat membawa Figline promosi ke Divisi Satu Lega Pro. Dua musim bersama Figline, Enrico Chiesa akhirnya menutup karier di musim 2009-2010.

Penampilan Enrico Chiesa bersama klub

Tahun Klub
2008-2010 Figline (Italia)
2003-2008 Siena (Italia)
2002-2003 Lazio (Italia)
1999-2002 Fiorentina (Italia)
1996-1999 Parma (Italia)
1987-1996 Sampdoria (Italia) Cremonese (1994-1995, pinjaman) (Italia) Modena (1993-1994, pinjaman) (Italia) Chieti (1991-1992, pinjaman) (Italia) Teramo (1990-1991, pinjaman) (Italia)

Prestasi Enrico Chiesa bersama klub yang dibelanya

Musim Gelar Klub
2000-2001 Piala Italia Fiorentina
1999 Piala Super Italia Parma
1998-1999 Piala UEFA Parma
1998-1999 Piala Italia Parma
1989-1990 Piala Winners Sampdoria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *