Mateja Kezman tidak bisa dilepaskan dari sosok penyerang tajam yang pernah dimiliki PSV Eindhoven pada era 2000-2004. Dalam empat musim bersama PSV, Mateja Kezman meraih tiga gelar top skorer Liga Belanda di musim 2000-2001, 2002-2003 dan 2003-2004. Namun sayang, dia hanya bagus untuk kompetisi tersebut. Bersama Chelsea, kariernya langsung meredup sebelum akhirnya dia sering berpindah klub hingga pensiun di South China, klub dari Liga Hongkong.
Mateja Kezman dilahirkan di Zemun, Beograd – Serbia pada tanggal 12 April 1979. Awal karier sepakbolanya dimulai dengan memperkuat klub lokal, seperti FK Zemun, FK Loznica dan FK Smederevo. Namanya mulai melambung sejak dia memperkuat klub raksasa Serbia, FK Partizan. Di musim debutnya bersama Partizan, Kezman membantu klubnya meraih gelar juara liga. Sedangkan pada musim keduanya, Kezman berhasil meraih gelar top skorer dengan catatan 27 gol dalam 32 penampilan. Hal tersebut yang membuat raksasa Belanda, PSV Eindhoven tertarik untuk merekrutnya.
Musim pertamanya di PSV Eindhoven langsung mencatat sejarah manis bagi Kezman. Debutnya diwarnai dengan dua gelar untuk PSV (Juara Liga Belanda dan Piala Super Belanda) dan satu gelar pribadi, yakni top skorer Eredivisie dengan mencetak 24 gol dalam 33 kali bermain. Catatan golnya semakin menggila pada saat meraih gelar top skorer di musim 2002-2003 (35 gol) dan 2003-2004 (31 gol). Total dia mencetak 129 gol dalam 176 penampilan selama empat musim membela PSV Eindhoven. Gelar top skorer tersebut juga membantu PSV Eindhoven meraih kejayaan di Belanda. Selama diperkuat Kezman, PSV berhasil meraih dua gelar Liga Belanda dan 3 gelar Piala Super Belanda. Hal ini membuat raksasa baru Liga Inggris kala itu, Chelsea tertarik untuk merekrutnya.
Mateja Kezman direkrut Chelsea dengan mahar 7,5 juta euro. Namun kiprahnya di Chelsea tidak berjalan dengan baik. Catatan golnya yang buruk dalam musim tersebut, dengan hanya mencetak 7 gol membuat dirinya didepak oleh pihak klub meski turut membantu Chelsea meraih dua gelar di musim tersebut. Chelsea yang saat itu diarsiteki oleh Mourinho gagal membuat Kezman beradaptasi dengan cepat di Inggris. Kezman pun hanya semusim merasakan aroma persaingan di Liga Inggris.
Petualangan Mateja Kezman berlanjut ke Spanyol dengan bergabung bersama Atletico Madrid. Namun kembali hanya semusim dia membela klub dari kota Madrid sebelum akhirnya memutuskan untuk membela klub dari Turki, Fenerbahce. Catatan golnya yang buruk (hanya sepuluh gol dalam 33 penampilan) dan peringkat Atletico Madrid juga hanya ada di posisi 10 membuat manajemen menjualnya.
Musim panas di tahun 2006, Mateja Kezman berpindah klub dan negara. Kali ini dia bergabung dengan kontestan Liga Turki, Fenerbahce. Dengan durasi kontrak empat musim, performa Kezman kembali seperti ketika masih berseragam PSV. Musim pertamanya di Fenerbahce, dia mempersembahkan Juara Liga dan Piala Super Turki di musim berikutnya. Pada Liga Champions 2007-2008, Fenerbahce dibawanya ke babak perempat final sebelum akhirnya ditundukkan oleh Chelsea. Sebuah pencapaian tertinggi Fenerbahce di ajang Liga Champions.
Sukses di Fenerbahce, Kezman kembali berpindah klub. Kali ini yang dituju adalah kota Paris untuk memperkuat PSG. Meski umurnya 29 tahun, namun performa Kezman sudah mulai menurun. Musim pertamanya di PSG dihabiskan di bangku cadangan. Dia hanya mencetak delapan gol dalam 38 pertandingan. Di musim 2009-2010, Zenit St. Petersburg tertarik untuk merekrutnya sebagai pemain pinjaman. Meski PSG menyetujui peminjaman selama setahun, namun Zenit hanya memakai tenaganya selama setengah musim. Pada Januari 2010, Kezman pun dikembalikan ke PSG. Meski minim kontribusinya bagi PSG, namun Kezman bisa membantu PSG meraih gelar juara Liga Perancis di musim itu.
Kejutan dibuat oleh Mateja Kezman saat memutuskan kontrak dengan PSG di bulan November 2010 dan menerima pinangan klub dari Hongkong, South China. Meski hanya semusim bersama South China, dia berhasil mempersembahkan juara Piala Hongkong dan Piala Liga Hongkong. Kezman pun sempat bermain bersama BATE Borisov di tahun 2011 dan membantu BATE menjuarai Liga Belarusia di musim tersebut. Namun seiring dengan penampilannya yang terus menurun dia memutuskan pensiun di bulan Januari 2012.
Penampilan Mateja Kezman bersama klub
| Tahun | Klub |
| 2012 | South China (Hongkong) |
| 2011 | BATE Borisov (Belarusia) |
| 2011 | South China (Hongkong) |
| 2008-2010 | Paris Saint Germain (Perancis)
Zenit St. Petersburg (2009, pinjaman) (Rusia) |
| 2006-2008 | Fenerbahce (Turki) |
| 2005-2006 | Atletico Madrid (Spanyol) |
| 2004-2005 | Chelsea (Inggris) |
| 2000-2004 | PSV Eindhoven (Belanda) |
| 1998-2000 | FK Partizan (Serbia dan Montenegro) |
| 1997-1998 | FK Smederevo (Serbia dan Montenegro) |
| 1996-1997 | FK Loznica (Serbia dan Montenegro) |
| 1995-1996 | FK Zemun (Serbia dan Montenegro) |
Prestasi Mateja Kezman bersama klub yang dibelanya
| Musim | Gelar | Klub |
| 2011 | Liga Belarusia | BATE Borisov |
| 2010-2011 | Piala Hongkong | South China |
| 2010-2011 | Piala Liga Hongkong | South China |
| 2009-2010 | Piala Perancis | Paris Saint-Germain |
| 2007 | Piala Super Turki | Fenerbahce |
| 2006-2007 | Liga Turki | Fenerbahce |
| 2004-2005 | Liga Inggris | Chelsea |
| 2004-2005 | Piala Liga Inggris | Chelsea |
| 2003 | Piala Super Belanda | PSV Eindhoven |
| 2002-2003 | Liga Belanda | PSV Eindhoven |
| 2001 | Piala Super Belanda | PSV Eindhoven |
| 2000-2001 | Liga Belanda | PSV Eindhoven |
| 2000 | Piala Super Belanda | PSV Eindhoven |
| 1998-1999 | Liga Yugoslavia | FK Partizan |
Penulis : Didit K. Saputra
Very soon this site will be famous among all blogging and site-building viewers, due to it’s pleasant articles or reviews
Very good information. Lucky me I found your site by accident (stumbleupon).
I have saved it for later!